Jangan Putus Asa Jika KPR Ditolak, Ini Dia Solusinya! - TapHomes Article

Jangan Putus Asa Jika KPR Ditolak, Ini Dia Solusinya!

Rumah

Dengan pilihan skema pembiayaan yang mudah, KPR menjadi pilihan banyak orang sebagai solusi mudah memiliki rumah. Namun, sama halnya dengan proses pengajuan kredit lainnya, mengajukan KPR juga tidak lepas dari penolakan. Alasannya bermacam-macam, mulai dari tidak lolos BI checking sampai usia yang sudah tidak lagi muda.

Banyak milenial tidak bisa beli rumah jika tidak mengandalkan KPR. Karena itu, kebanyakan mereka akan langsung menyerah ketika pengajuan kredit rumah mereka ditolak. Padahal, itu bukan alasan untuk melepaskan impian punya rumah sendiri. Anda bisa menggunakan berbagai cara untuk mengatasinya. Simak solusi KPR ditolak berikut ini!

  • 1. Ketahui dengan Pasti Alasan Penolakan

    Ketika Anda dinyatakan tidak layak untuk mendapatkan rumah dengan sistem KPR oleh bank, jangan langsung menerima putusan itu begitu saja. Tanyakan kepada pihak pemberi kredit tentang alasan pengajuan Anda sampai ditolak.

    Anda mungkin tidak bisa langsung mengajukan KPR lagi, terlebih di bank yang sama. Namun, dengan mengetahui alasan penolakan, Anda bisa mencari jalan keluar sehingga pada proses pengajuan berikutnya, kesalahan itu tak lagi jadi penghambat.

  • 2. Pilih Rumah Sesuai Kemampuan

    Pilih Rumah Sesuai Kemampuan

    Generasi milenial sulit beli rumah karena berbagai alasan. Salah satunya adalah pengajuan pembelian rumah yang tidak sesuai dengan penghasilan yang dimiliki. Padahal, jika gaji tidak mencukupi, bank memang secara otomatis akan menolaknya.

    Sebagai solusi, cobalah temukan hunian lain yang lebih sederhana dan sesuai dengan kemampuan kantong Anda. Kalaupun masih berniat membeli rumah yang sama, Anda mungkin bisa menabung dan membelinya secara tunai ketika uangnya sudah terkumpul.

  • 3. Bersihkan Diri dari Blacklist BI

    Salah satu masalah yang kerap jadi batu sandungan ketika akan mengajukan KPR adalah adanya kredit macet atau utang yang belum dibayar. Ketika rapor kredit Anda sudah terlalu buruk, Anda bisa masuk ke dalam daftar hitam Bank Indonesia. Akibatnya, ketika pengecekan, nama Anda akan langsung dicoret sebagai penerima KPR.

    Sebelum mengajukan KPR maupun pinjaman lain, pastikan untuk membersihkan semua utang yang dimiliki. Dengan begitu, kredit yang Anda minta akan segera dikabulkan oleh pihak bank.

  • 4. Beli Rumah Langsung dari Developer

    Beli Rumah Langsung dari Developer

    Kalau bank tidak bisa memberikan kredit yang Anda inginkan, solusi selanjutnya yang bisa Anda ambil adalah dengan membeli rumah langsung dari tangan pengembang. Biasanya ada developer yang menawarkan pembelian langsung tanpa perantara bank. Opsi pembayarannya bisa tunai (cash keras), cash bertahap, maupun dengan mencicil setiap bulannya.

    Jangka waktu pelunasan atau tenor yang ditetapkan tergantung pada kebijakan pihak developer. Jika ingin mendapatkan harga beli yang lebih murah, Anda bisa memilih cash keras daripada cash bertahap. Hanya saja Anda harus menyiapkan uang yang cukup banyak.

  • 5. Membeli Rumah dengan Skema Rent-to-own

    Semua orang pasti ingin membeli rumah secara tunai. Namun, ketika dana tidak tersedia dan KPR ditolak, bukan berarti Anda harus mengubur impian tersebut. Masih ada satu solusi lagi yang dapat dipilih, yakni membeli rumah menggunakan skema rent-to-own.

    Rent-to-own house adalah rumah yang bisa dimiliki dengan skema pembayaran yang berbeda dengan KPR tetapi tidak memberatkan. Dengan cara ini, Anda bisa membeli rumah dengan cara menyewanya terlebih dahulu. Dari uang sewa yang Anda bayarkan setiap bulan ini, sebagian akan dialokasikan untuk membayar DP rumah. Singkatnya, cara ini memungkinkan siapa saja yang belum punya dana utuh maupun dana DP untuk tetap memiliki rumah.

    Di Indonesia, membeli rumah dengan skema rent-to-own bisa Anda temukan di TapHomes. Sebagai perumahan berbasis teknologi pertama yang menawarkan produk rumah dengan cara sewa ke milik, TapHomes siap membantu Anda memiliki hunian idaman tanpa harus kecewa berlarut-larut karena pengajuan KPR ditolak.