7 Alasan Pinjaman Modal Kerja Anda Ditolak - TapHomes Article

7 Alasan Pinjaman Modal Kerja Anda Ditolak

Ilustrasi borang pinjaman ditolak
7 Alasan pinjaman modal kerja Anda ditolak

Setiap bisnis, kecil maupun besar, lambat laun pasti membutuhkan suntikan modal untuk operasional maupun ekspansi. Pinjaman Modal Kerja adalah salah satu solusi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ini.

Pada saat suntikan modal ini dibutuhkan, penolakan pinjaman oleh bank adalah hal menakutkan yang umum terjadi. Namun ditolaknya permohonan pinjaman ini bukan berarti Anda mutlak tidak bisa mendapatkan suntikan modal untuk bisnis Anda. Dengan mengetahui penyebab penolakan tersebut Anda bisa merencanakan langkah yang harus diambil untuk mensukseskan bisnis Anda.

Berikut adalah 7 sebab permohonan pinjaman modal usaha kerja Anda ditolak.

  • 1. Histori Kredit Anda Kurang Baik

    Ilustrasi pengecekan data peminjam
    BI Checking melalui SLIK OJK menentukan kesempatan Anda mendapatkan pinjaman

    Histori kredit, atau BI Checking adalah penyebab paling umum permohonan pinjaman ditolak.

    Para penyedia pinjaman juga adalah bisnis, yang bertujuan untuk mencari untung dan mengurangi atau memitigasi resiko. Apabila Anda tidak lolos dalam evaluasi BI Checking, maka di mata pemberi pinjaman Anda memiliki resiko besar untuk menjadi kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL). Hal ini tetap menjadi indikator utama meskipun bisnis Anda sudah lama berjalan dan di atas kertas terbukti menghasilkan profit yang cukup untuk bertanggung jawab atas pinjaman yang Anda ajukan.

    Banyak yang salah kaprah bahwa jika histori kredit pemilik bisnis bagus, maka otomatis histori kredit bisnisnya pun akan bagus. Badan usaha dinilai terpisa dari perseorangan dan memiliki metrics atau ukuran diluar kredibilitas kredit sang pemilik. Inilah salah satu kegunaan konsultan untuk memastikan bisnia Anda pun sehat di mata penyedia pinjaman, dalam hal ini perbankan.

  • 2. Porsi Utilisasi Kredit Terlalu Tinggi

    Penggunaan pinjaman dibandingkan plafond pinjaman kartu kredit
    Bagaimana Anda menggunakan pinjaman yang telah disetujui mempengaruhi kesempatan Anda untuk pengajuan pinjaman selanjutnya

    Porsi utilisasi atau porsi penggunaan kredit adalah seberapa besar Anda menggunakan pinjaman yang diberikan dibandingkan dengan plafond yang diberikan. Pada umumnya penggunaan yang sehat di mata pemberi pinjaman adalah di bawah 30% per rata-rata waktu. Jika Anda menarik dana yang besarnya mendekati plafond dan tidak mengembalikannya ke rekening pinjaman dalam waktu yang lama, maka Anda akan dinilai memiliki potensi besar memiliki kesulitan membayar kembali pinjaman Anda.

    Namun penggunaan plafond pinjaman yang terlalu kecil juga bisa membuat pemberi pinjaman tidak menyukai bisnis Anda. Ada kalanya saat memohon pinjaman baru, alas an Anda ditolak adalah penggunaan yang tidak cukup untuk pinjaman yang sebelumnya pernah Anda ambil. Hal ini bisa menjadi poin penilaian bahwa Anda tidak membutuhkan dana sebesar yang Anda minta untuk bisnis Anda, atau yang lebih parah bahwa skala bisnis Anda sebenarnya lebih kecil dari yang diperhitungkan.

    Maka dari itu ada baiknya Anda menarik dana untuk menjaga cashflow dan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan, serta menyetorkan kembali dana lebih ke rekening pinjaman agar performa bisnis Anda dinilai sehat. Sebagai bonus Anda juga akan membayar bunga yang lebih sedikit.

  • 3. Cashflow Anda Tidak Memuaskan

    Ilustrasi Kas masuk dan kas keluar dalam perusahaan
    Bisnis yang sehat harus memiliki arus kas yang cukup untuk menanggung biaya operasional dan pembayaran tagihan

    Pemberi pinjaman tentu menginginkan nasabah yang memiliki kemampuan untuk membayar Kembali pinjamannya tanpa terbatuk-batuk. Indikator terjelas untuk menilai kemampuan ini adalah arus keuangan Anda, apakah bisnis Anda bisa meng-cover biaya pengeluaran bisnis, membayar tepat waktu dan apakah memiliki keuntungan bersih yang sehat.

    Manajemen arus keuangan adalah salah satu penyebab utama sebuah bisnis gagal. Jika setiap bulannya pembukuan bisnis Anda tercatat merah, maka hal ini akan menjadi peringatan bagi pemberi pinjaman untuk berhati-hati memberikan pnjaman kepada bisnis Anda.

  • 4. Tidak Memiliki Agunan Yang Memadai

    Keseimbangan antara aset dan pinjaman
    Nilai aset yang diagunkan ke bank atau pemberi pinjaman lainnya harus menyeimbangi jumlah pinjaman yang diajukan

    Pengajuan pinjaman umumnya mensyaratkan untuk menyertakan agunan untuk pinjaman berupa aset dengan nilai valuasi lebih tinggi dari jumlah pinjaman yang diajukan. Hal ini bertujuan sebagai jaminan bahwa bisnis Anda memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan, seburuk-buruknya dengan menjual aset yang diagunkan tersebut.

    Pemberi pinjaman akan memberikan valuasi terhadap aset yang Anda ajukan sebagai agunan untuk menimbang apakah nilai aset tersebut sesuai dengan jumlah pinjaman yang Anda ajukan. Jika ternyata nilai valuasinya tidak mencukupi, makan pengajuan pinjaman Anda akan ditolak.

    Bisnis kecil-menegah yang mengalami hal ini biasanya beralih ke Kredit Tanpa Agunan (KTA). Namun bentuk pinjaman ini biasanya membutuhkan garansi personal dan memiliki bunga yang lebih tinggi dengan tenor yang lebih singkat.

  • 5. Bisnis Anda Masih Baru

    Gunting pita untuk peluncuran bisnis
    Bisnis yang baru mulai biasanya mengalami kesulitan untuk mendapatkan pinjaman modal kerja

    Jika Anda mencoba untuk memulai bisnis baru, atau bisnis Anda baru berjalan beberapa bulan, besar kemungkinan pengajuan pinjaman Anda ditolak. Seperti yang telah disampaikan, pemberi pinjaman akan menilai kemampuan bisnis Anda untuk membayar Kembali pinjaman tersebut dari kinerjanya dalam beberapa rentang waktu terakhir. Jika bisnis Anda belum memiliki track record, maka ada baiknya Anda mengajukan pinjamanpersonal untuk menutupi kebutuhan bisnis Anda untuk sementara waktu.

  • 6. Dokumen Pengajuan Tidak Lengkap

    Contoh Checklist kelengkapan dokumen (untuk pengajuan KPR)
    Dokumen legalitas dibutuhkan untuk proses administrasi pemberi pinjaman

    Kelalaian lumrah terjadi dalam proses yang demikian rumit. Biasakan mengacu pada pedoman dan checklist yang tersedia untuk memastikan seluruh dokumen administrasi terpenuhi mulai dari histori transaksi bisnis Anda hingga dokumen legal pendirian dan identitas penanggung jawab bisnis.

    Jangan sampai kekurangan fotokopi KTP menjadi penyebab pengajuan pinjaman modal kerja Anda ditolak.

  • 7. Business Plan yang Kurang Jelas

    Presentasi bisnis di depan tim penilai
    Pitching atau pemaparan proposal sangat penting untuk meyakinkan Investor maupun pemberi pinjaman untuk bisnis venture baru

    Dalam hal bisnis dan pinjaman berskala besar, pemberi pinjaman akan mengevaluasi business plan Anda untuk menilai apakah venture baru Anda feasible dan profitable serta bagaimana potensinya untuk bisa meng-cover pembayaran pinjaman yang diminta. Business plan yang bagus mencakup hal-hal berikut ini,

    • Pemaparan visi dan misi yang jelas
    • Penjelasan tentang produk atau jasa yang ditawarkan
    • Analisis pasar dan kompetitor
    • Informasi jelas tentang pemeran penting, partner dan supply chain
    • Financial plan termasuk sumber pemasukan dan pengeluaran
    • Proyeksi pemasukan umumnya untuk 3 hingga 5 tahun ke depan

    Jika business plan yang Anda paparkan kurang jelas atau terlalu menjual mimpi, Anda bisa saja dianggap tidak memiliki planning yang mantap untuk penggunaan dana pinjaman yang diminta, dan paling parahnya adalah dianggap tidak tahu bagaimana mengelola keuangan.

    Sebalikanya ketika Anda mampu untuk memberikan business plan yang jelas, masuk akal dan disertai penyampaian dengan percaya diri, pemberi pinjaman akan memiliki keyakinan bahwa Anda memiliki pengetahuan kuat dan persiapan yang matang untuk mensukseskan langkah bisnis Anda ke depannya.

Anda Butuh Solusi Alternatif Untuk Modal Usaha?

Penolakan pengajuan pinjaman oleh bank memang berat untuk dihadapi, namun bukan berarti jalan Anda mendapatkan suntikan modal usaha putus begitu saja.

Jika Anda memiliki halangan mendapatkan modal usaha, karena alasan apapun, TapHomes dapat membantu. Dengan program Rentback, Anda dapat menjual rumah Anda ke TapHomes dan menggunakan dana tunai yang Anda dapatkan untuk mensukseskan langkah bisnis Anda tanpa harus pindah rumah.

Dengan Rentback TapHomes Anda dapat tetap tinggal di rumah Anda dengan cara menyewa Kembali ke TapHomes selama tenor yang disetujui. Kemudian Anda dapat membeli kembali rumah Anda dengan harga buyback yang disepakati di awal kontrak, atau memutuskan untuk menjual penuh rumahnya dengan bantuan TapHomes tanpa dipungut biaya tambahan. Selisih harga jual penuh dengan harga buyback adalah 100% milik Anda.

Untuk info lebih lanjut silakan berkunjung ke halaman produk Rentback atau kontak tim TapHomes dan diskusikan bagaimana Rentback bisa membantu meraih kesuksesan bisnis Anda!